Tugu Pemandengan letak titik 0 kilometer Kota Solo
Surakarta MR -Kota Solo, dengan segala keindahan dan kekayaannya, memiliki banyak ikon yang seringkali menjadi daya tarik wisatawan. Namun, masih banyak masyarakat, baik yang tinggal di Solo maupun pengunjung dari luar kota, yang belum mengetahui letak titik 0 kilometer Kota Solo yang sebenarnya.
Titik 0 kilometer kota ini ternyata tersembunyi di sebuah tempat yang tidak begitu ramai dibicarakan, yakni di Tugu Pemandengan yang terletak di antara Pasar Gede dan Balaikota Solo. Letaknya yang strategis ini menjadikannya sebagai simbol penting dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Solo.
Tugu Pemandengan ini bukanlah sebuah tugu biasa. Menurut penuturan Sastro (71), salah satu warga setempat, Tugu Pemandengan merupakan peninggalan sejarah yang berasal dari masa antara pemerintahan Pakubuwono VI hingga Pakubuwono X.
Tugu ini diyakini memiliki nilai sejarah yang sangat panjang dan erat kaitannya dengan perkembangan kota Solo, terutama pada masa kejayaan Kerajaan dahulu.
Tugu ini tidak hanya berfungsi sebagai sebuah landmark atau simbol kota, tetapi juga memiliki makna spiritual yang dalam bagi masyarakat Jawa. Konon, tugu ini pada masa lampau digunakan sebagai sarana meditasi .
Dikenal sebagai salah satu titik yang memiliki kekuatan spiritual, Tugu Pemandengan dipercaya memiliki daya tarik kosmologis yang sangat kuat. Banyak orang Jawa yang memaknai setiap tempat dengan perhitungan yang matang dan mendalam. Bagi mereka, Tugu Pemandengan ini bukan sekadar sebuah bangunan, tetapi juga sebuah titik yang menghubungkan antara dunia fisik dan spiritual.
Secara spiritual, Tugu Pemandengan ini diklaim sebagai titik kosmologi. Dalam pandangan masyarakat Jawa, tempat ini memiliki kekuatan yang sangat penting karena terletak di pusat kota, yang menghubungkan berbagai aspek kehidupan.
Tugu ini seolah-olah menjadi simbol dari keseimbangan alam semesta, menghubungkan dunia manusia dengan alam . Tugu Pemandengan juga dihubungkan dengan empat poros yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Solo.
Keempat poros tersebut bukan hanya mencerminkan arah mata angin, tetapi juga menggambarkan aspek-aspek kehidupan yang sangat erat kaitannya dengan keberlangsungan kota Solo.
Poros pertama menghubungkan tugu dengan pusat ekonomi, yakni Pasar Gede, yang menjadi pusat perdagangan bagi masyarakat Solo. Poros kedua mengarah ke Balaikota Solo, simbol dari pemerintahan dan kehidupan sosial politik di kota ini. Poros ketiga terhubung dengan tempat-tempat religi dan budaya, menggambarkan kekuatan spiritual yang ada di Solo. Sedangkan poros keempat berhubungan dengan pusat-pusat pendidikan, yang mencerminkan pentingnya pengetahuan dan peradaban dalam perkembangan masyarakat.
Walaupun keberadaan Tugu Pemandengan sudah dikenal oleh sebagian kalangan, ternyata banyak masyarakat yang belum mengetahui letak pastinya. Hal ini disebabkan oleh minimnya informasi yang tersebar di kalangan warga, serta lokasinya yang agak tersembunyi di antara dua tempat penting, yaitu Pasar Gede dan Balaikota Solo. Keberadaan tugu ini seringkali terabaikan, padahal memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat tinggi.
Namun, keberadaan Tugu Pemandengan sebagai titik 0 kilometer Kota Solo tetap membawa dampak positif bagi kota ini. Selain menjadi simbol dari sejarah dan kebudayaan, tugu ini juga memberikan identitas bagi kota Solo.
Keberadaannya yang berada di tengah-tengah kota, menghubungkan berbagai elemen kehidupan masyarakat, menjadikannya sebagai titik yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan kehidupan kota.
Dengan segala nilai sejarah dan spiritual yang dimilikinya, Tugu Pemandengan adalah salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan dan dijaga oleh masyarakat Solo. Tugu ini tidak hanya menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang sejarah kota Solo, tetapi juga simbol dari keseimbangan alam dan kehidupan masyarakatnya.
Oleh karena itu, penting bagi setiap warga Solo, baik yang lama maupun yang baru, untuk mengenal dan menjaga keberadaan Tugu Pemandengan ini sebagai titik 0 kilometer yang memiliki makna mendalam bagi kehidupan kota Solo.(Taufiq/ Cahyospirit)
Posting Komentar untuk "Titik 0 KM Kota Solo: Tugu Pemandengan yang Tersembunyi di Tengah Kota"