Sensasi Tersendiri Ketika Berbuka Puasa di Masjid Agung Surakarta

Mediarakyat TV

 

Terletak di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta dan berdiri sejak tahun 1768, masjid ini menyajikan pengalaman berbuka puasa yang tak biasa. 

Solo MR - Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi berbuka puasa dengan nuansa berbeda, Masjid Agung Surakarta bisa menjadi destinasi wisata religi yang tak boleh dilewatkan. 

Terletak di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta dan berdiri sejak tahun 1768, masjid ini menyajikan pengalaman berbuka puasa yang tak biasa. 

Setiap hari selama bulan Ramadhan, masjid ini mengadakan acara buka bersama yang diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat.



Menurut petugas Masjid Agung, banyak pengunjung yang hampir setiap hari mengikuti buka bersama di sini. “Mereka biasanya suka tiduran di sekitar kentongan atau bedug sambil menunggu waktu berbuka,” ungkap petugas tersebut.

 Setiap hari, sekitar 400 takjil disediakan untuk berbuka, sebagian besar berasal dari donatur dan sebagian lagi disiapkan oleh panitia masjid.

Suasana ngabuburit di Masjid Agung sudah dimulai sejak menjelang waktu Ashar. Banyak pengunjung yang duduk santai di teras masjid, menikmati waktu menjelang berbuka. 

Namun, tepat pukul 17.00 WIB, para jamaah akan mengikuti kajian dengan ceramah yang berganti-ganti. Tempat berbuka puasa pun ditandai dengan tikar yang digelar di teras masjid, dibagi antara putra dan putri.

Salah satu syarat untuk mengikuti buka puasa di Masjid Agung adalah mengikuti kajian terlebih dahulu. Takjil hanya diberikan kepada mereka yang duduk di tikar yang sudah disediakan.

 Memasuki waktu berbuka, suasana makin terasa syahdu, ditandai dengan sirene dan tabuhan bedug yang berulang kali oleh petugas masjid. Suara bedug yang menggema mengingatkan kita pada masa lalu, memberikan kesan mendalam yang hanya bisa dirasakan di Masjid Agung Surakarta.

Usai berbuka, jamaah melanjutkan ibadah sholat Maghrib. Pada hari Sabtu, 29 Maret 2025, suasana masjid cukup tenang dengan hanya tiga shof yang penuh.

 Salah seorang pengunjung, Dullah dari Palur, mengungkapkan bahwa ini adalah kali kedua dirinya berbuka puasa di Masjid Agung Surakarta. "Berbuka di Masjid Agung Surakarta lebih terasa mendalam dibandingkan dengan di Masjid Sheikh Zayed Surakarta. Auranya sangat berbeda," ujarnya.

Setelah berbuka, suasana di luar masjid tetap ramai dengan masyarakat yang duduk-duduk santai, menikmati keindahan bangunan masjid kuno yang disinari cahaya lampu sorot.

 Masjid Agung Surakarta tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menyajikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi setiap pengunjung yang datang.(Taufiq/ Cahyospirit)














Posting Komentar untuk "Sensasi Tersendiri Ketika Berbuka Puasa di Masjid Agung Surakarta"