Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Klaten menggelar acara bertajuk "Ramadhan Hijau.
Klaten MR – Dalam rangka memperingati bulan suci Ramadhan,Lakpesdam Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Klaten menggelar acara bertajuk "Ramadhan Hijau: Membangun Kesadaran Ekologis dalam Ibadah Puasa".
Kegiatan ini diselenggarakan di rumah Bapak Muhammad Asep, yang berlokasi di Joglo Barata, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, Sabtu (29/03/2025).
Acara ini menjadi ajang penting untuk menyatukan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup, terutama dalam konteks menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Menurut Muhammad Nor Yadin Edi Purnomo (Jojon), Ketua Lakpesdam NU Klaten, acara ini merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang isu lingkungan dan pentingnya menjaga keharmonisan alam.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada ibadah spiritual, tetapi juga memperhatikan keseimbangan ekologis yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari," ujar Jojon dalam sambutannya.
Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Mas Ambar suseno selaku aktifis dan pemerhati lingkungan dan Abdul Muslih dari Aliansi Rakyat untuk Kampanye Perubahan Iklim. Keduanya mengajak masyarakat untuk hidup jujur dan amanah, serta lebih peduli terhadap lingkungan.
Mas Ambar Suseno menyampaikan pesan yang sangat mendalam, terutama terkait dengan hubungan antara kerusakan lingkungan dan praktik korupsi. "Kerusakan lingkungan yang terjadi, termasuk di Klaten, Sebagai contoh, eksploitasi pasir di Klaten yang tidak terkendali dapat merusak ekosistem.
Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi, serta mengajak seluruh pihak terkait, termasuk pengusaha, untuk lebih menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami siap diajak berkomunikasi untuk mendukung upaya menjaga lingkungan yang lebih baik. Pengusaha juga harus turut bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam agar tidak merusak ekosistem yang ada," tambah Mas Ambar.
Acara ini juga mengundang berbagai elemen masyarakat, termasuk anggota NU, Fatayat, Banser, Pagar Nusa, Muslimat, Karang Taruna, serta tamu undangan lainnya. Semua pihak diajak untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan, sekaligus menjalankan hidup yang jujur dan amanah dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran ekologis dalam masyarakat, serta mengajak mereka untuk tidak hanya menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan, tetapi juga menjaga keseimbangan alam.
Ramadhan Hijau bukan hanya sekedar acara, tetapi sebuah gerakan untuk membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat, dengan menjaga alam dan berperilaku jujur sebagai bagian dari ibadah.
Acara ini diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta, yang diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai hubungan antara lingkungan hidup dan praktik kehidupan yang jujur serta amanah.
Dengan demikian, Ramadhan Hijau tidak hanya menjadi momen untuk memperdalam ibadah, tetapi juga untuk memupuk rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan bumi.(Aulia/ Cahyospirit)
Posting Komentar untuk "Ramadhan Hijau: Membangun Kesadaran Ekologis dalam Ibadah Puasa"