Petani Indonesia Haus Ilmu untuk Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

Mediarakyat TV

 

Salah satu bukti nyata peran petani ini terlihat dalam kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Alam di Dusun Sumbersari, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo

Wonogiri MRSektor pertanian di Indonesia mendapat perhatian besar dari pemerintah, mengingat mayoritas penduduk negara ini adalah petani. Sebagai negara agraris, petani Indonesia menjadi ujung tombak dalam menjaga ketahanan pangan nasional. 

Salah satu bukti nyata peran petani ini terlihat dalam kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Alam di Dusun Sumbersari, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, pada Rabu, 26 Maret 2025.

Bekerja sama dengan jaringan tani di Kecamatan Baturetno, para petani mengadakan pengamatan pertama di lahan uji coba Sekolah Lapang Iklim, sebuah program yang digagas oleh Yayasan Gita Pertiwi dan Aliansi Organik Indonesia. 

Lahan uji coba ini terletak sekitar seratus meter dari sekretariat KWT Lestari Alam dan menjadi tempat bagi petani untuk belajar serta memahami berbagai aspek penting dalam bertani, termasuk dampak perubahan iklim terhadap hasil pertanian.

Kegiatan pengamatan dimulai pukul 07.00 WIB dan berfokus pada beberapa aspek penting, seperti perkembangan tanaman padi, serangan hama dan penyakit, kondisi lahan, serta perubahan cuaca yang memengaruhi pertanian. Semua temuan yang ditemukan di lapangan langsung didiskusikan oleh para peserta, yang terdiri dari petani dan pendamping, untuk merumuskan langkah-langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil pertanian mereka.

Mbak Aprinia, seorang pendamping dari program ini, mengungkapkan antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para peserta. “Ibu-ibu dan bapak-bapak begitu bersemangat dalam kegiatan ini, saya pun harus lebih bersemangat,” ujarnya sambil membasuh lumpur yang menempel di pakaian.

 Sebagai pendamping, Mbak Aprinia bahkan tidak segan untuk ikut masuk ke sawah meski harus rela kotor dengan lumpur.

Dengan adanya program Sekolah Lapang Iklim ini, para petani diharapkan tidak hanya mengandalkan keterampilan tradisional, tetapi juga memiliki pengetahuan ilmiah yang dapat membantu mereka menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. 

Pengembangan ilmu pengetahuan yang berbasis pada pengamatan langsung di lapangan ini menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan citra petani Indonesia yang selama ini dianggap hanya bekerja dengan tenaga fisik bisa berubah. Petani Indonesia tidak hanya dipandang sebagai pekerja kasar, tetapi juga sebagai ilmuwan lapangan yang memiliki pengetahuan mendalam tentang iklim dan teknologi pertanian yang mendukung keberlanjutan produksi pangan.

 Dengan semangat terus belajar dan berkembang, petani Indonesia siap menjadi pahlawan dalam memastikan pangan tetap tersedia bagi seluruh masyarakat.(Maryoto/ Cahyospirit)














Posting Komentar untuk "Petani Indonesia Haus Ilmu untuk Menjaga Ketahanan Pangan Nasional"