Pekalongan MR – Dalam upaya menjernihkan sungai yang tercemar limbah batik yang berdampak buruk kepada kesahatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah organik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro 2025 mengadakan kegiatan penyuluhan penggunaan ecoenzym. Kegiatan ini dilakukan bersama Ketua RW 08 dan Ketua RT 01, yang merupakan tokoh masyarakat di lokasi terdampak utama pencemaran limbah tekstil batik,pada (25/01/2025).
Pencemaran sungai akibat limbah tekstil batik telah menimbulkan sejumlah dampak serius. Sungai yang tercemar tersebut tidak hanya menyebarkan penyakit dan merusak fungsi ekosistem – sehingga tidak layak untuk mandi ataupun diambil ikan – tetapi juga menyebabkan pertumbuhan eceng gondok yang sangat cepat.
Pertumbuhan gulma air ini menyumbat aliran sungai dan berpotensi menimbulkan banjir, yang semakin memperparah kondisi lingkungan di sekitar sungai.
Ecoenzym merupakan larutan hasil fermentasi limbah organik yang diolah dengan campuran gula dan air. Proses fermentasi ini berlangsung selama tiga bulan dengan bantuan mikroorganisme selektif dari kelompok jamur dan bakteri.
Produk ini memiliki potensi besar dalam mengurai zat pencemar melalui proses bioremediasi dan membantu memulihkan fungsi ekosistem sungai. Melalui proses fermentasi yang sederhana, ecoenzym diharapkan mampu mengurangi dampak pencemaran yang disebabkan oleh limbah batik.
Kegiatan penyuluhan ini disajikan melalui media video yang diproduksi secara bersama Pak Alimin selaku ketua RW 08 dan Pak Romadhon selaku ketua RT 01 serta beberapa warga. Dalam Video penyuluhan dipaparkan mengenai langkah-langkah pembuatan ecoenzym serta manfaat penggunaannya untuk mengatasi permasalahan pencemaran sungai, sehingga warga dapat mempraktekan program ecoenzym dalam program masyarakat.
Selain itu, kegiatan penyuluhan ini juga dilakukan melalui pendekatan langsung ke warga dengan melakukan kunjungan door to door, guna menjelaskan secara rinci cara pembuatan dan aplikasi ecoenzym dalam membersihkan sungai.
Masyarakat menyambut baik inisiatif kegiatan ini, karena menurutnya memang diperlukan sebuah solusi guna menyelesaikan permasalahan sungai. “jujur saya baru tau ada cairan semacam ini, dan ecoenzym ini akan sangat menarik dan bermanfaat apabila benar-benar bisa diterapkan untuk penjernihan sungai” ujar salah satu warga.
Muhammad Bintang Yanuar, mahasiswa dari Prodi Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi terbentuknya program rutin di tingkat RW maupun RT.
Diharapkannya, dengan melibatkan warga dalam pembuatan ecoenzym secara berkelanjutan, upaya penjernihan sungai dapat terlaksana secara konsisten dan berdampak positif bagi kesehatan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat sekitar.
(Penulis : Muhammad Bintang Yanuar (Prodi Biologi) , Mahasiswa KKN di Kelurahan Pringrejo, Kecamatan pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Angkatan 2022, KKN Tematik UNDIP 2025), Editor : Cahyo Prihanto)
Posting Komentar untuk "Mahasiswa KKN Tematik UNDIP 2025 Sosialisasikan Ecoenzym untuk Menjernihkan Sungai Tercemar Limbah Batik"