Uji Sertifikasi Kompetensi Tukang Konstruksi Sub Klasifikasi Gedung Se-Jawa Tengah Digelar di Boyolali

Mediarakyat TV

 


Boyolali MR  â€“ Rangkaian uji sertifikasi kompetensi tukang konstruksi sub klasifikasi gedung berlangsung sukses di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada tanggal 22 hingga 23 November 2024. 

Acara ini diikuti oleh perwakilan Baznas dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan diselenggarakan dengan kerja sama antara Baznas provinsi Jawa Tengah, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Boyolali, serta Asosiasi Tenaga Terampil dan Terstandarisasi Konstruksi Nasional (ATTAKNAS).



Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali, S.Sos., M.T., yang menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas dan kompetensi tukang konstruksi dalam mendukung pembangunan infrastruktur di daerah.

 "Peningkatan kompetensi tukang konstruksi sangat penting untuk memastikan kualitas pembangunan yang lebih baik dan aman. Kami berharap melalui kegiatan ini, para tukang dapat mengembangkan keterampilan mereka dan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah," ujar Ahmad Gojali dalam pidatonya.


Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Dr. Kh. Ahmad Daradji, M.Si., yang mengapresiasi antusiasme dan semangat para peserta dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah. "Baznas berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan umat melalui pemberdayaan sumber daya manusia, salah satunya dengan menyelenggarakan program uji sertifikasi kompetensi ini. Kami berharap kegiatan ini dapat mencetak tenaga kerja terampil yang tidak hanya memiliki sertifikasi, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah," kata Dr. Ahmad Daradji.


Acara tersebut diikuti oleh perwakilan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Setiap kabupaten mengirimkan 10 peserta tukang konstruksi yang terdiri dari berbagai sub-klasifikasi pekerjaan konstruksi, seperti tukang batu, tukang kayu, tukang cor beton, serta tukang lainnya yang terlibat dalam pembangunan gedung. Sariman, salah satu peserta yang mewakili Kabupaten Wonogiri, menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan emas bagi para tukang untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi yang resmi.

"Setiap kabupaten mengirimkan 10 peserta tukang bangunan dengan berbagai spesialisasi. Kami dilatih dan diuji untuk memperoleh sertifikat yang menunjukkan bahwa kami telah memiliki keterampilan yang sesuai standar," ujar Sariman.


Para peserta uji sertifikasi tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mengasah keterampilan, tetapi juga difasilitasi dengan perlengkapan standar keselamatan kerja, seperti seragam APD (Alat Pelindung Diri) lengkap, helm, sepatu, rompi, serta tas. 

Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan peserta selama kegiatan berlangsung, sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya penggunaan APD dalam dunia konstruksi.


Pelaksanaan uji sertifikasi ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara Dinas PUPR Kabupaten Boyolali, Baznas Provinsi Jawa Tengah, dan ATTAKNAS. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi di Jawa Tengah serta membuka peluang bagi para tukang untuk memperoleh pengakuan formal atas kompetensi yang mereka miliki.

Penyelenggaraan uji sertifikasi ini menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan SDM yang berkualitas dan terampil dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung visi pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para tukang konstruksi tidak hanya memiliki sertifikat yang diakui, tetapi juga lebih siap untuk bersaing di pasar tenaga kerja, baik di tingkat lokal maupun nasional. Sebagai tenaga kerja terampil, mereka memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan di berbagai sektor, khususnya sektor konstruksi yang terus berkembang pesat.

Penyelenggaraan uji sertifikasi kompetensi tukang konstruksi sub-klasifikasi gedung ini menandakan langkah positif dalam pengembangan SDM sektor konstruksi di Jawa Tengah, dan diharapkan dapat menjadi model yang diikuti oleh daerah lain di Indonesia.(KRT.SBY Nagoro / Cahyospirit )

1 komentar untuk "Uji Sertifikasi Kompetensi Tukang Konstruksi Sub Klasifikasi Gedung Se-Jawa Tengah Digelar di Boyolali"

  1. Saya juga mengikuti kompetensi yang diadakan diboyolali kemarin..memang even even seperti itu bisa menambah semngat dan menambah mental para tenaga tenaga yang ahli dlm bidang itu....semoga sll ada dan ada lg even2 sepeti itu selanjutnya mkasih semua panitia jg sponsor yg mendukung dan memberi ksempatan pada kami tuk sll bekerja dan berkarya..trimakasih .

    BalasHapus