Pelatihan Olahan Singkong untuk Meningkatkan UMKM di Desa Wonokerto, Wonogiri

Mediarakyat TV
             Peserta pelatihan 


Wonogiri  MR - Sejumlah 30 kader PKK dan pelaku UMKM di Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, mengikuti pelatihan pengolahan singkong yang digelar dengan tema "Mengolah Singkong Menjadi Makanan yang Siap Jual" pada Rabu 20 November 2024.

 Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan cara mengolah singkong menjadi produk-produk pangan yang bernilai ekonomi tinggi, seperti Wingko Babat dan Getuk Crispy, yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.


            Pemaparan Materi



Pelatihan ini dihadiri oleh Novita, pemilik usaha "De Vita Gethuk and Bakery" , yang menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. 

Dalam pemaparannya, Novita mengungkapkan potensi besar yang dimiliki oleh singkong sebagai bahan baku lokal di Wonokerto. "Di desa ini, singkong banyak ditemukan, sehingga sangat tepat untuk mengolahnya menjadi produk yang bernilai jual. Dengan pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat mengolah singkong menjadi makanan yang siap jual dan memberikan dampak ekonomi yang positif," ujar Novita.

                     Praktek 


Pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis dalam mengolah singkong menjadi produk makanan yang dapat dipasarkan, seperti Wingko Babat dan Getuk Crispy. 



Selain memberikan materi terkait proses pembuatan, Novita juga membagikan tips dan trik mengenai cara mengelola usaha kuliner, seperti cara memilih bahan baku yang berkualitas, pengemasan yang menarik, dan strategi pemasaran yang efektif.



Salah satu peserta, yang merupakan salah satu kader PKK, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. "Pelatihan ini sangat bermanfaat karena saya jadi tahu cara baru mengolah singkong yang sebelumnya hanya kami konsumsi secara tradisional. Sekarang kami bisa membuat produk yang menarik dan siap dijual," katanya dengan antusias.

            Hasil Olahan Siap jual


Selain mengajarkan keterampilan praktis, Novita juga memberikan motivasi kepada peserta pelatihan mengenai kiat-kiat sukses menjalankan usaha kecil. Dalam sesi diskusi, Novita berbagi pengalaman pribadinya sebagai pelaku UMKM, terutama tantangan yang dihadapi dalam membangun usaha dari nol. "Kunci utama dalam menjalankan usaha adalah ketekunan dan kreativitas. Tidak ada yang instan, tetapi jika kita konsisten dan terus berinovasi, hasilnya pasti akan terlihat," jelas Novita.


Mas Hendy, salah satu panitia acara yang juga merupakan pelaku UMKM, menyatakan harapannya agar pelatihan ini dapat membuka jalan bagi pengembangan ekonomi lokal. "Kami berharap, dengan adanya pelatihan ini, para pelaku UMKM di Wonokerto dapat mengolah singkong dengan mandiri dan menciptakan produk-produk olahan yang tidak hanya bernilai jual tinggi, tetapi juga bisa dipasarkan ke luar daerah . Ini akan menjadi sumber penghasilan tambahan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat desa," harap Mas Hendy.


Melalui pelatihan ini, diharapkan Desa Wonokerto dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam mengelola potensi lokal mereka. Dengan memanfaatkan bahan baku yang ada di sekitar, seperti singkong, masyarakat diharapkan dapat menciptakan produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional ke pasar yang lebih luas.


Pelatihan ini menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat Wonokerto dan meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal. ( Cahyospirit )


















Posting Komentar untuk "Pelatihan Olahan Singkong untuk Meningkatkan UMKM di Desa Wonokerto, Wonogiri"