BKM Wahyu Tumurun Desa Makamhaji Kunjungi Sekolah Air Hujan Banyu Bening

Mediarakyat TV


Sukoharjo MR– Menyusul meningkatnya populasi di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, yang berdampak pada pencemaran lingkungan terutama dalam hal kualitas air, warga desa setempat kini menghadapi masalah serius terkait konsumsi air yang tidak layak.

 Kekhawatiran ini mendorong Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wahyu Tumurun, di bawah koordinasi Wasimin Minto Mulyono, untuk mencari solusi yang berkelanjutan.



Untuk itu, BKM Wahyu Tumurun memutuskan untuk melakukan kunjungan ke Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berlokasi di Tempursari, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Kunjungan yang diadakan pada Sabtu, 14 September 2024, ini melibatkan 17 anggota BKM.



Sri Wahyuningsih, pendiri Sekolah Air Hujan Banyu Bening, memberikan paparan mendalam mengenai pengelolaan air hujan. Dalam sesi tersebut, Yu Ning mengungkapkan pentingnya memanfaatkan air hujan yang bebas dari bakteri E.Coli, berbeda dengan air tanah yang sering terkontaminasi oleh sampah.

 Ia menggarisbawahi perlunya mengubah kebiasaan masyarakat yang cenderung menutup tanah dan mengabaikan konservasi air.


Yu Ning menekankan perlunya pendekatan yang cerdas dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan air, serta pentingnya memberikan teladan dalam masyarakat. 

Ia berharap, ilmu yang didapat dari kunjungan ini dapat segera diaplikasikan di Desa Makamhaji dan diintegrasikan dalam setiap pertemuan warga.


Menutup kunjungannya, Wasimin Minto Mulyono menyampaikan rasa syukur atas pengetahuan yang diperoleh. 

Ia berkomitmen untuk menerapkan dan menyosialisasikan informasi yang didapat agar bisa memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Desa Makamhaji.(Taufiq / Cahyospirit)






Posting Komentar untuk " BKM Wahyu Tumurun Desa Makamhaji Kunjungi Sekolah Air Hujan Banyu Bening"