Edible Sensory Play, Aktivitas Menyenangkan dan Aman Membantu Pengoptimalan Tumbuh Kembang Anak

Mediarakyat TV

 


Pekalongan MR - Anak-anak mengalami fase golden age pada usia 0-5 tahun. Golden age merupakan masa krusial dalam perkembangan anak karena pertumbuhan dan perkembangan anak yang sangat pesat dan yang memengaruhi dan menentukan perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosi, dan kecerdasan dan menjadi dasar perkembangan selanjutnya. 



Dibutuhkan adanya stimulasi yang tepat guna mencapai tumbuh kembang yang optimal. Salah satu metode stimulasi yang dapat dilakukan adalah dengan sensory play.

 Sensory play merupakan kegiatan di luar kelas yang bertujuan untuk mendorong anak menggunakan salah satu indra atau lebih yang bermanfaat untuk pengembangan kognitif, keterampilan motorik, bahasa dan komunikasi, pengaturan emosi, serta interaksi sosial.



Berangkat dari latar belakang tersebut, pada hari Sabtu, 3 Agustus 2024 lalu, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim II Tahun 2024 menyelenggarakan edukasi dan pelatihan membuat media sensory play menggunakan media aman, mudah, dan murah. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Sejahtera, Gembong Barat RW 13, Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait sensory play dan media sensory play yang dapat dijumpai sehari-hari, aman apabila tertelan (edible) serta terjangkau harganya. 


Kegiatan diawali dengan pemberian edukasi terkait sensory play, meliputi pengertian, manfaat, dan contoh-contoh sensory play yang sesuai dengan usia perkembangan anak.

 Setelah itu terdapat pula penjelasan mengenai edible sensory play dan praktik pembuatan sensory play dengan media aman, mudah dan murah, antara lain Animal Trap yang menggunakan agar-agar, pewarna makanan, air, dan figur mainan atau miniatur hewan, Lumpur Buatan yang berbahan dasar tepung terigu, bubuk coklat/kopi, dan air, Oobleck yang berasal dari tepung maizena, pewarna makanan, dan air, Beras Warna-Warni yang dibuat dari beras yang diberi pewarna makanan, Chia Slime yang berbahan dasar biji selasih, tepung maizena, pewarna makanan, dan air, serta Secret Alphabet yang menggunakan bahan dasar kertas, pensil/pulpen, bubuk kunyit, soda kue, air, dan cotton bud.


Ibu-ibu yang mengikuti kegiatan terlihat antusias dengan mendengarkan penjelasan, turut sharing seputar sensory play yang telah dilakukan, bertanya terkait edible sensory play dan hal lain, serta mendorong anak-anak mereka untuk mencoba memainkan media sensory play yang telah dibuat. 

Tak hanya para ibu yang antusias, anak-anak yang hadir juga tampak antusias mencoba memainkan media sensory play yang ada berdasarkan imajinasi mereka meski beberapa anak merasa jijik atau ragu untuk memegang media sensory play.

 Namun hal ini merupakan respon alami yang dialami anak ketika menjumpai benda dengan tekstur yang asing. Ketika anak telah akrab dengan tekstur tersebut, anak akan mengeksplorasi mainan dengan perasaan penasaran dan senang.


Kegiatan ini disambut positif baik oleh ibu-ibu, kader posyandu, maupun bidan Posyandu Sejahtera. Mereka juga diberikan leaflet yang berisi penjelasan mengenai sensory play. Terdapat pula kode QR dan tautan booklet sensory play serta folder Google Dive tutorial pembuatan edible sensory play dengan media aman, mudah, dan murah.


“Kegiatannya sangat bermanfaat. Tidak hanya berguna bagi ibu-ibu yang mengikuti posyandu ini, tapi bagi saya juga. Karena kebetulan saya juga seorang ibu dengan anak balita,” ungkap Ibu Laeli, Bidan Posyandu Sejahtera.


“Terima kasih atas ilmu yang bermanfaat. Nanti akan saya coba praktikkan di rumah. Pasti anak saya suka,” pungkasnya.


( Penulis : Kartika Lusri / Mahasiswa KKN Undip Tim II )

Posting Komentar untuk "Edible Sensory Play, Aktivitas Menyenangkan dan Aman Membantu Pengoptimalan Tumbuh Kembang Anak"